PENERAPAN GROUP REALITY THERAPY BAGI WARGA BINAAN UNTUK MEMILIH KEGIATAN SETELAH KELUAR DARI RUANG PAMSUS LAPAS X

Jennyfer Jennyfer, Denrich Suryadi, Indriyani Virginia

Abstract


Lapas X memiliki warga binaan sebanyak 3.110 orang. Jumlah tersebut melebihi batas maksimum yang dapat ditampung. Kurangnya sumber daya manusia dari lapas membuat tidak setiap warga binaan mendapatkan kesempatan untuk melakukan tes secara psikologis. Salah satu masalah yang dihadapi adalah banyak warga binaan yang belum mengetahui kegiatan apa yang akan diambil setelah keluar dari ruang pamsus. Oleh sebab itu, dibutuhkan terapi untuk membantu warga binaan memilih dengan tepat dan bijaksana kegiatan yang ada di Lapas X. Salah satu terapi yang dapat dilaksanakan adalah group Reality Therapy. Tujuan terapi kelompok ini adalah untuk mengarahkan serta membantu warga binaan untuk bertindak aktif dalam mencari dan memilih kegiatan setelah keluar dari ruang pamsus. Terapi ini mampu membantu individu dalam menemukan cara memenuhi kebutuhan-kebutuhannya secara adaptif. Model yang digunakan untuk menggambarkan keseluruhan prosesnya tetap sama yaitu WDEP. W adalah wants, D adalah direction dan doing, E adalah evaluation, serta P adalah Planing. Komponen-komponen WDEP adalah hal yang perlu dieksplorasi selama proses terapi. Hasil intervensi akan diukur dengan melihat skor pre-test dan post-test melalui pernyataan dan skala yang telah dibuat. Setelah intervensi, partisipan menunjukkan peningkatan skor. Peningkatan skor dilihat dari hasil pernyataan berdasarkan skala Likert, hal ini menunjukkan bahwa partisipan telah mampu memilih kegiatan di lapas dan mampu memahami materi yang dilihat dari isi catatan harian setiap akhir sesi. Selama intervensi berlangsung, partisipan mampu mengikuti intervensi dengan kooperatif dan aktif.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.