Media dan Keberagaman: Analisis Pemberitaan Media Daring Seputar Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta

Ahmad Junaidi

Abstract


Media massa berfungsi sebagai alat penyampai informasi, edukasi, hiburan dan mobilisasi. Media massa juga sebagai alat penyampai pesan, ide-ide dan gagasan, seperti gagasan keberagaman. Indonesia semenjak kelahirannya didasarkan atas dasar keberagaman dari banyak aspek, misalnya suku dan agama. Media massa di Indonesia mengalami pasang surut sejak jaman kemerdekaan, demokrasi orde lama, orde baru dan sekarang memasuki era orde reformasi. Kebebasan mulai dirasakan oleh media massa, ketika dimulaiinya era reformasi. Banyak media-media baru tumbuh di era reformasi, termasuk diantaranya media daring (media online). Selain jumlah media massa, era reformasi ini ditandai dengan kebebasan pers, termasuk didalamnya kebebasan mengespresikan gagasan dan mengritik tajam lawan yang menentang gagasan. Kebebasan pers yang dinikmati media sekarang ini banyak dilaporkan telah melewati batas, terutama melanggar kode etik jurnalistik.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis wacana dengan mengambil obyek berita-berita seputar pemilihan kepala daerah (Pilkada) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.Penelitian ini ingin melihat pelanggaran kode etik yang dilakukan media daring dalam meliput Pilkada Jakarta dikaitkan isu keberagaman, khususnya isu agama.Penulis menemukan sejumlah pelanggaran kode etik jurnalistik dalam berita-berita seputar Pilkada Jakarta, terutama terkait penggunaan isu agama.

Kata kunci: media massa, agama, pilkada, etik.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.