Pengembangan Alat Ukur Quality of Life Urban Community

Yeni Anna Appulembang, Fransisca Iriani R. Dewi

Abstract


Kajian mengenai kualitas hidup sudah semakin berkembang dalam beberapa dekade terakhir. Kualitas hidup menurut WHO menekankan adanya persepsi dari individu mengenai posisi kehidupan.Kajian mengenai kualitas hidup sudah semakin berkembang dalam beberapa dekade terakhir. Ide awal pengukuran kualitas hidup untuk mengetahui sejauh mana sekelompok masyarakat memiliki standarisasi dalam kehidupan yang diukur dari aspek kualitas kehidupan mereka (Cummin & Liitchers dalam Saputra & Nurizzka, 2008). Tujuan penelitian ini adalah pengembangan alat ukur quality of life khususnya masyarakat perkotaan di Jakarta. Butir-butir pada alat ukur ini digunakan untuk mengukur kualitas hidup masyarakat diperkotaan. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan jumlah responden sebanyak 586 subyek. Karakteristik subyek pada penelitian ini adalah dewasa yang berusia minimal 20 – 60 tahun, tinggal di Jakarta dan berjenis kelamin pria atau wanita. Alat ukur ini berlandaskan teori dari WHO maupun penemuan dari Alberta’s Development Fund (RADF) yang dilakukan pada tahun 2009. Dengan menggunakan temuan Alberta’s Development Fund ( RADF), penelitian ini menggunakan tujuh faktor yaitu: (1) Emotional Well-Being; (2) Interpersonal Relations; (3) Material Well-Being; (4) Personal Development; (5) Physical Well-Being; (6) Self-Determination; (7) Social Inclusion. Pada penelitian ini dilakukan beberapa pengujian diantaranya adalah pengujian face validity, content validity, internal consistency reliability. Pada pengujian reliabilitas, diperoleh nilai internal consistency reliability sebesar 0.923. Selain itu juga dilakukan uji perbedaan pada sosio demografis seperti usia, jenis kelamin, wilayah tinggal. Hasil uji perbedaan hanya menemukan adanya perbedaan quality of life berdasarkan usia.

Kata kunci: alat ukur quality of life, urban community.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.