Perbedaan Prestasi Belajar Matematika Ditinjau dari Self-Efficacy dan Mathematic Anxiety Siswa SMP di Depok

Mia Anggraeni, Riana Sahrani, Rahmah Hastuti

Abstract


Untuk menguasai dan menciptakan teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat. Penelitian yang dilakukan oleh TIMSS dan PISA menunjukkan bahwa prestasi belajar matematika siswa Indonesia usia 15 tahun tergolong masih rendah jika dibandingkan dengan prestasi belajar matematika siswa lain di dunia. Beberapa faktor yang memengaruhi prestasi belajar matematika ini diantaranya adalah self-efficacy dan mathematic anxiety. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji perbedaan prestasi belajar matematika ditinjau dari self-efficacy dan mathematic anxiety. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif non-experimental dengan menggunakan teknik dan analisis Mann-Whitney. Partisipan penelitian ini adalah siswa SMP dari tiga sekolah yang ada di Depok sebanyak 385 orang. Teknik pengambilan sampel dengan purpossive sampling. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Oktober 2016. Instrumen penelitian berupa kuesioner self-efficacy dan mathematic anxiety dengan skala Likert serta data sekunder prestasi belajar matematika siswa berupa nilai rapor terakhir. Hasil penelitian pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan (Z = -2,791 dan p = 0.005 < 0,05)  bahwa ada perbedaan prestasi belajar matematikaditinjau dari self-efficacy (self-efficacy rendah dan tinggi). Hasil penelitian juga menunjukkan (Z = -2,695 dan p sebesar 0.007 < 0,05) bahwa ada perbedaan prestasi belajar matematikaditinjau dari mathematic anxiety (mathematic anxiety rendah dan tinggi). Hasil penelitian ini dapat memprediksikan prestasi belajar matematikasiswaberdasarkan self-efficacy dan mathematic anxiety yang dimiliki oleh siswa tersebut.

Kata kunci: self-efficacy, mathematic anxiety, prestasi belajar matematika, matematika


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.