Penerapan Terapi Suportif untuk Meningkatkan Manajemen Emosi Negatif pada Individu yang Memiliki Pasangan Skizofrenia

Mutiara Mutiara

Abstract


Dalam kehidupan berumah tangga umumnya individu mengharapkan suatu kondisi yang baik dari pasangannya agar dapat memenuhi segala kebutuhan diri baik secara jasmani maupun secara psikis. Angka perceraian yang tinggi di Indonesia mengungkapkan bahwa banyak pasangan yang menikah tanpa komitmen dan kesetiaan terhadap pasangan. Akan tetapi ada juga pasangan yang tetap bertahan meskipun  mengalami berbagai kesulitan dalam menghadapi pasangannya misalnya pada individu yang pasangannya menderita skizofrenia. Oleh sebab itu penelitian ini ingin mengetahui dampak terapi suportif untuk meningkatkan manajemen emosi negatif bagi individu yang pasangannya menderita skizofrenia. Emosi merupakan emosi merupakan suatu keadaan yang bergejolak pada diri individu yang berfungsi atau berperan sebagai inner adjustment, atau penyesuaian dari dalam terhadap lingkungan untuk mencapai kesejahteraan dan keselamatan individu tersebut. Emosi dapat diungkapkan dengan rasa sedih, marah, kecewa, takut, putus asa, perasaan bersalah, bahagia, cinta, kagum, hormat dan lain sebagainya. Individu yang memiliki kemampuan untuk mengatasi emosi yang negatif adalah individu yang memiliki keterampilan dan manajemen emosi yang baik ketika menghadapi distress. Manajemen emosi ini dapat ditingkatkan melalui terapi suportif yang merupakan psikoterapi yang ditujukan untuk klien baik secara individu maupun secara kelompok yang ingin mengevaluasi diri, melihat kembali cara menjalani hidup, mengeksplorasi pilihan-pilihan yang tersedia bagi individu maupun kelompok dan bertanya kepada diri sendiri hal yang diingini di masa depan. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan desain kasus tunggal (single case experimen) dengan teknik A-B-A atau teknik reversal. Desain ini memiliki tiga fase yaitu : Fase pertama adalah kondisi dasar subjek tanpa perlakuan (A), fase kedua adalah pemberian perlakuan (B), fase ketiga adalah pengulangan pengkondisian (A ; reversal). Hasil penerapan terapi suportif untuk meningkatkan manajemen emosi negatif berpengaruh terhadap subjek. Subjek menjadi lebih memahami cara dalam menghadapi pasangannya yang mengidap skizofrenia sehingga dapat menerapkan kesabaran dan pola interaksi yang lebih positif. Hal ini mempengaruhi kondisi emosinya yang menjadi lebih tenang dan lebih dapat menerima kondisi yang ia alami saat ini terhadap pasangannya.

Kata kunci : terapi suportif, manajemen emosi, skizofrenia


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.