HUBUNGAN KECENDERUNGAN TINGGAL DENGAN KECUKUPAN HUNIAN, KEPUASAN DAN KEMAMPUAN PENGHUNI RUSUNA (STUDI KASUS RUSUNA TAMBORA)

Jonie Rumimper

Abstract


Rusun Tambora pertama kali dibangun pada tahun 1984 yang merupakan hunian vertikal sewa bagi MBR di Jakarta dengan luas unit 21m2. Dalam perkembangannya sebagian blok telah beralih menjadi hunian milik. Pada tahun 2014 sebagian blok pada Rusun Tambora dilakukan revitalisasi dengan pembangunan kembali dengan luas unit 36m2 dan berbagai fasilitas pendukung yang lebih baik. Saat ini, Rusun Tambora memiliki 3 karakteristik yang berbeda, yaitu Rusunami dan Rusunawa Lama yang sudah berusia 33 tahun dengan kualitas dan kapasitas relatif rendah serta Rusunawa Revitalisasi yang baru berusia 3 tahun dengan kualitas dan kapasitas relatif lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kecukupan hunian, kepuasan penghuni dan kemampuan penghuni antara ketiga rusun di Tambora serta bagaimana hubungannya dengan kecenderungan tinggal. Hasil analisis komparatif memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan signifikan kecukupan hunian, kepuasan dan kemampuan penghuni serta kecenderungan untuk tinggal antara ketiga rusun di Tambora. Hasil analisis korelasi memperlihatkan bahwa kecukupan hunian berhubungan signifikan dengan 7 variabel kondisi keluarga dan kondisi hunian, adapun kemampuan penghuni berhubungan signifikan dengan 5 variabel sosial ekonomi keluarga, sedangkan kecenderungan untuk tinggal berhubungan signifikan dengan 2 variabel kecukupan hunian dan kepuasan penghuni.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.