BRAND ACTIVATION, STRATEGI KOMUNIKASI PADA LEMBAGA SURVEI POLITIK DI PUTARAN PERTAMA PILKADA DKI JAKARTA 2017

Diah Ayu Candraningrum

Abstract


Paska era reformasi 1998 di Indonesia, lembaga survei politik menjamur. Ajang pemilihan kepala daerah dan presiden menjadi arena pembuktian eksistensi mereka. Jumlahnya pun semakin bertambah setiap tahun. Mereka seakan berebut menjadi yang pertama, yang mampu memprediksi pemenang pilkada dan pilpres, sebelum Komisi Pemilihan Umum merilis pengumuman resminya. Untuk menghasilkan prediksi yang mendekati presisi atas kemenangan pasangan calon pemimpin, tidak mudah caranya. Prosedur kerja lembaga survei sangat ketat dan detil. Perputaran uang yang beredar dalam setiap kegiatan itu pun tak sedikit. Mereka juga melakukan pendekatan strategi komunikasi pemasaran politik kepada khalayak. Dengan landasan brand activation, yang merupakan pendekatan baru dalam aktivitas komunikasi pemasaran politik, penulis mengajak masyarakat untuk memahami merek lembaga survei politik secara lebih baik. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif lewat studi kasus Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilkada) DKI Jakarta 2017, penulis mendapatkan gambaran bahwa pemenang perang hasil hitung cepat atau quick count, adalah lembaga yang pemimpin atau penelitinya dianggap kredibel dan independen, sebagai penajmin mutu. Penulis berupaya supaya tulisan ini bisa menjadi kajian yang menarik bagi pendidikan berpolitik di Indonesia.

Kata kunci: lembaga survei politik, pilkada, quick count, brand activation, brand trust


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.